>

Jalan

by - 1/26/2017 11:09:00 am

Aku sendirian memintal rasa. Menjadikannya benang-benang rindu. Aku menjalin setiap helainya satu persatu. Menjadikannya selimut untuk menjagamu dari dinginnya jarak.


Aku sendiri mengumpulkan bilah-bilah bambu. Aku menganyamnya sendiri. Menjadikannya bilik bagi mimpi-mimpi kita. Kita yang masih jadi pengembara rasa.

Aku sendiri mengumpulkan tanah liat. Menguleninya segenggam demi segenggam hingga membentuk tembikar. Tembikar yang kuisi dengan renjana.

Bata demi bata, genting demi genting. Kususun mereka satu persatu. Menjadikannya griya tempatku bernaung. Tak lupa aku mengunci pintunya. Bersembunyi di ruang terdalam. Berharap tidak ditemukan siapapun kecuali kamu.

Sendiri aku menerabas tirai hujan. Membelah jalanan yang sepi. Dipayungi barisan pohon mahoni. Di depan sana ada jalan bercabang. Jalan yang satu adalah jalan yang ada kamu disana. Sementara satunya adalah jalan tanpa kamu tapi menjanjikan kepastian. Kamu mau aku pilih jalan yang mana?

Aku pilih yang ada kamunya. Mari berjalan seiring tanpa mengiring. Kita buat pertemuan ini selama mungkin. Mari kita lunasi rindu-rindu kita kemarin. Rindu yang jumlahnya sama banyak dengan detak arloji sebelum kita jumpa. Degup rindu kita sudah menemukan ritmenya. Berjanjilah untuk membersamai sampai nanti. Nanti.. yang entah kapan. Nanti yang kuharap datangnya masih sangat lama.

You May Also Like

4 komentar