>

Dingin

by - 1/28/2017 11:10:00 pm

Malam itu tidak ada pertanda hujan akan turun, udara pun tidak terlalu dingin. Seseorang diluar sana mengirimku sebuah pesan singkat, memintanya untuk menemani menyelesaikan pekerjaannya. Dia menjemput, aku dengan bajuku seadanya, lalu kami pergi ketempat yang tidak jauh dari rumah, tempatnya cukup nyaman untuk menghabiskan waktu berjam-jam.


Kami memilih satu set meja yang terbuat dari kayu jati disudut tempat. Tempat yang tidak terlalu ramai akan lalu lalang pengunjung. Aku bertanya padanya tentang kopi dan teh, "Apa yang kamu pilih antara kopi dan teh?" Dia menjawab "Teh" jeda. "Tapi bukan berarti aku tidak suka kopi". Lalu datanglah secangkir kopi dan teh yang dipesan bersamaan dengan ubi rebus hangat yang kami pesan. 

Terjadi jeda yang panjang, keheningan yang tidak nyaman. Aku menyeruput kopiku, lalu melanjutkan membaca 'Dear Nobody' yang aku tandai di bulan 'Januari'. Aku ajukan lagi sebuah pertanyaan, "Apakah laki-laki menceritakan rahasia mereka kepada teman-teman terdekat?" "Terkadang" jawabnya. Hmm sudahlah, aku melanjutkan lagi membaca.

Fokusku menghilang saat hujan turun, aromanya menyeruak dimana-mana, aku tutup bukuku, menikmati hujan yang tiba-tiba turun, aku diam. Dia sibuk dengan laptopnya. Sesekali mengajukan pertanyaan hanya sekedar mengetahui pendapatku tentang pekerjaannya. 2 jam, 3 jam, 4 jam.. hujan reda, aku merasa sedikit bosan. Haha sedikit bosan?

Sepertinya aku tidak pandai menutupi kejenuhanku, atau dia yang peka akan situasi? Atau dia baru sadar waktu sudah berlalu? Hmm.

Kami pulang.

Tidak terlalu pelan tapi juga tidak terlalu cepat, seperti mendengar suara gemuruh, hujan berjalan. Lalu deras. Kami tidak berteduh, terus menerobos hujan, kami basah kuyup. Sampai di depan rumahku, aku ambilkan jaket milikku yang lainnya. Dia pakai sekenanya. Aku bantu menutupi resletingnya, tangannya yang dingin meraih tudung lalu menutupi kepalanya. Dia bilang "Sampai jumpa besok pagi". Dia meninggalkan ucapan selamat malam lalu pergi sampai aku tidak bisa lagi melihat punggungnya.

You May Also Like

0 komentar